Hari gini masih pusing mikirin dana pendidikan anak? Kuno deh!

July 22, 2016

Tahun ajaran baru sudah dimulai. Dulu, ketika tahun ajaran baru tiba biasanya para orang tua mulai pusing memikirkan dananya. Mungkin bagi anak - anak yang sudah bersekolah ditahun kedua dan seterusnya merupakan hal yang tidak terlalu berat. Tapi ini akan menjadi hal yang menakutkan dan terasa berat bagi orang tua, apabila tahun ini adalah tahun pertama sekolah bagi anak. Sebab dengan anak baru pertama kali masuk sekolah maka kita sebagai orang tua harus mengeluarkan uang yang lebih besar untuk membayar uang pangkal atau uang gedung. Belum lagi untuk beli seragam, buku-buku, dan perlengkapan sekolah lainnya.

Banyak yang bilang kalo ilmu itu mahal, ya mahal karena biaya sekolah atau pendidikan yang sudah tidak murah lagi. Ibaratnya biaya sekolah sama dengan harga property yang semakin lama semakin naik. Karena itulah biaya menjadi alasan utama bagi anak-anak yang putus sekolah.

Tentunya kita semua berharap agar anak-anak bisa mendapatkan pendidikan sebagai bekal untuk masa depan mereka.

Mungkin sebagian dari kamu bingung harus mencari uang untuk membayar uang pangkal. Pada akhirnya kamu akan meminjam dana dan hal ini akan menjadi beban hutang dikemudian hari.

Jangan sampai kita jadi stress dalam memikirkan biaya masuk sekolah, ada beberapa tips agar tidak pusing dan tidak berhutang saat anak masuk sekolah.

1.Fokus pada Tujuan

Fokus lah pada tujuan utama yaitu biaya pendidikan, dan tentukan hingga jenjang apa anak akan disekolahkan. Pastinya kita semua ingin anak - anak bisa sekolah sampai ke tingkat universitas, maka kamu harus focus sekolahkan anak sampai dengan selesai kuliah. Kuliah pun juga harus ditentukan, hanya sampai Sarjana atau meneruskan sampai S2.

2.Estimasi

Setelah sudah ada keputusan sampai jenjang manakah kamu akan sekolahkan anak, maka mulailah berhitung atau mengestimasi biaya nya. Survey biaya sekolah, cobalah untuk mendatangi sekolah-sekolah dan universitas untuk mencari tau biaya uang pangkal dll. Namun kita juga persiapkan dana untuk kondisi yang tak terduga, misalnya anak harus masuk sekolah swasta. Perkirakan biaya yang harus disiapkan dengan asumsi kenaikan 10-20% setiap tahunnya.

3.Rencanakan Penyimpanan

Jika semua biaya sudah terhitung, maka selanjutnya adalah dengan merencanakan penyimpanan dana. Kamu punya banyak pilihan untuk alokasikan dana, cara pertama tentunya dengan menabung setiap bulannya. Tapi kalo kamu tidak bisa sisihkan dana untuk menabung, cobalah cara lain yaitu dengan berinvestasi atau mengikuti program aseuransi pendidikan. Carilah investasi yang tidak begitu besar resikonya, pelajari dan cermati produk apa saja bisa dijadikan investasi. Jangan hanya tergoda dengan keuntungan yang besar, ingat bahwa tidak ada investasi dengan modal kecil tapi keuntungan besar apalagi diwaktu yang singkat.

Selain investasi, mungkin kamu bisa ikut program asuransi pendidikan yang banyak ditawarkan oleh pihak bank atau perusahaan asuransi. Hitung secara teliti berapa dana yang akan dikeluarkan, berapa lama waktu yang ditentukan dan berapa total nilai yang akan didapatkan kelak. Dan jangan lupa untuk selalu baca dan pelajari syarat dan ketentuan dari masing-masing produk.

Itulah sedikit tips cara mudah mempersiapkan dana untuk pendidikan anak, pastinya dengan perencanaan yang matang akan membuat anak- anak kita bisa merasakan pendidikan yang baik dan berkualitas supaya mereka dapat menggapai cita-citanya.