Ingin Investasi Reksadana? Kenali Jenis dan Manfaatnya!

May 9, 2016

Jika anda ingin mulai menyiapkan masa depan dengan berinvestasi maka reksadana bisa menjadi salah satu pilihannya. Namun sebelum memulai investasi di reksadana ada baiknya anda mengenal terlebih dahulu jenis dan manfaatnya.

Menurut UU no. 8 tahun 1995 tentang pasar modal, terdapat dua bentuk reksadana yaitu reksadana berbentuk perseroan dan reksadana berbentuk kontrak investasi kolektif. Untuk reksadana berbentuk perseroan, perusahaan penerbit reksadana menghimpun dana dengan menjual saham, dan dana dari hasil penjualan tersebut diinvestasikan pada berbagai jenis efek yang diperdagangkan atau dipasarkan dipasar modal atau pasar uang.

Sementara itu, reksadana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif ( KIK ) adalah kontrak antara manajer investasi dan bank custodian yang mengikat pemegang unit penyertaan.
Manajer investasi diberi wewenang untuk mengelola portfolio investasi kolektif dan bank custodian diberi wewenang untuk melaksanakan penitipan kolektif. Reksadana berbentuk KIK adalah reksadana yang umum ditemui dan lebih populer di Indonesia.

PT. Eastspring Investment Indonesia dalam laporannya yang diterima bisnis baru, baru ini menjelaskan terdapat beberapa jenis reksadana berbentuk KIK yang biasa ditemui dapat dibagi menjadi empat jenis yaitu :

Reksa Dana Pasar Uang
Kebijakannya adalah berinvestasi pada instrumen pasar uang dalam negeri, dan/atau efek bersifat utang yang diterbitkan dengan jangka tidak lebih dari 1 tahun dan/atau sisa jatuh temponya tidak lebih dari dari 1 tahun.
Tujuan investasi dari reksa dana pasar uang adalah menjaga likuiditas dan pemeliharaan modal untuk jangka pendek dengan periode investasi ideal kurang dari 1 tahun.

Reksa Dana Pendapatan Tetap
Kebijakan investasinya adalah minimal 80% dari total nilai aktiva bersih (NAB) ditempatkan pada efek bersifat utang. Tujuannya adalah memberikan imbal hasil yang lebih besar dari inflasi dan biasanya untuk periode investasi jangka menengah dengan periode investasi ideal 1 - 3 tahun.

Reksa Dana Campuran
Kebijakan investasinya adalah penempatan dana pada efek bersifat ekuitas, efek bersifat utang, dan/atau instrumen pasar uang dalam negeri yang masing-masing tidak melebihi 79% dari total NAB. Reksa dana tersebut wajib terdapat efek bersifat ekuitas dan efek bersifat utang.
Adapun, tujuan investasinya secara umum adalah untuk mendapatkan pertumbuhan modal (capital gain) dengan periode investasi ideal adalah jangka menengah 1 - 3 tahun.

Reksa Dana Saham
Kebijakan investasi reksa dana ini adalah minimal 80 % dari total NAB ditempatkan pada efek bersifat ekuitas. Tujuan investasinya adalah untuk mengejar pertumbuhan modal jangka panjang dengan periode investasi ideal lebih dari 3 tahun.
Jadi, Anda pilih reksa dana mana sekarang?