Manfaat Hidup Hemat Dengan Mengatur Gaya Hidup

May 9, 2016

Gaya hidup sering diartikan perilaku mengendalikan diri dengan gaya yang meyesuaikan atau melebihi kemampuannya. Masalahnya jika gaya hidup melebihi kemampuan finansial, gaya hidup dapat menjadi bumerang yang menggangu keuangan bahkan mental. Untuk mengendalikan diri dari perilaku atau gaya hidup berlebihan tidaklah mudah. Nafsu dan godaan datang beriringan apalagi di zaman teknologi canggih yang membuat hidup lebih praktis dan mobile. Tawaran gaya hidup sangat gencar terekspos yang menjanjikan kenikmatan dan kebanggaan tersendiri.

Sayangnya  manusia sering kalap dan lupa akan gaya hidup mana yang memberikan manfaat dan membuat rasa aman di masa depan. Cenderung kebiasaan gaya hidup membuat manusia menjadi lebih konsumtif apalagi masih memiliki perasaan dan daya beli yang tinggi.  Apabila tidak mampu dikendalikan, gaya hidup konsumtif  tanpa disadari berubah menjadi kebiasaan bahkan dapat menjadi karakter yang sulit dihilangkan.

Jika sudah terlanjur memiliki kebiasaan konsumtif dan gaya hidup mewah, bagaimana cara mengatasinya? Paling mendasar dengan mengubah mindset dan berpikir terbalik yaitu apa yang akan terjadi saat daya beli memuncak sementara kondisi finansial tidak mencukupi dan perilaku konsumtif sulit diperbaiki? Tentu saja keuangan akan mengalami gangguan dan semakin kronis dari hari ke hari. Ini yang perlu dibayangkan ketidaknimatan saat berada dalam posisi tersebut.

Perlunya kemampuan membedakan antara wants dan needs, bahwa kebutuhan pasti keperluan namun keinginan belum tentu menjadi sebuah keperluan. Selalu menempatkan kebutuhan sebagai prioritas dan mengontrol keinginan. Bukan sebaliknya, keinginan lebih dahulu atau  harus selalu dipenuhi di atas kebutuhan. Biasanya jika pemenuhan keinginan dilakukan, akan ada penyesalan berikutnya. Entah barang tidak terpakai atau merusak anggaran dan simpanan.

Sebaliknya, perilaku gaya hidup sederhana dan lebih hemat, menjadi jalan pembuka kecukupan finansial di masa depan. Hemat bukan berarti pelit namun penuh perhitungan. Saat membeli sesuatu atau mengeluarkan biaya, biasanya lebih terencana sebelumnya dan tidak merusak anggaran yang sebaliknya untung karena memiliki simpanan atau tabungan.

Dengan berhemat juga membuat hidup jarang mempunyai masalah dan tidak mudah stress. Tak dapat dihindari, biasanya masalah keuangan merupakan faktor yang sering menjadi pemicu stress. Kebiasaan konsumtif dan boros cenderung mendorong untuk berhutang yang jika tidak dihentikan akibatnya penyesalan dan kesusahan bahkan hidup terus dalam tekanan. Tidak bahagia, kan?

Hidup tidak semata mengejar kesenangan sekarang. Namun bagaimana mempersiapkan kesenangan di masa depan. Alih-alih konsumtif dan gaya hidup mewah untuk meningkatkan kebahagiaan, nyatanya malah membuat hidup menjadi nelangsa. Maka itu perlunya membiasakan konsep hidup hemat  membuat hidup selain lebih sehat juga lebih nikmat. Jadi, pilih mana hidup konsumtif untuk senang sekarang atau hidup hemat untuk aman dan senang di akan datang?